ANGKASABOLA–Manchester City sukses mengunci tiket ke babak 16 besar Liga Champions. The Citizens menang meyakinkan 2-0 atas Galatasaray di Etihad Stadium, Kamis (29/1/2026) dini hari WIB.
Kemenangan ini terasa sangat spesial bagi striker andalan mereka, Erling Haaland. Bomber Norwegia itu akhirnya sukses mengakhiri puasa golnya.
Tambahan tiga poin ini membuat Man City finis di peringkat delapan klasemen akhir UCL. Skuad asuhan Pep Guardiola pun lolos dari jeratan babak play-off.
Namun, kemenangan krusial ini harus dibayar dengan harga yang cukup mahal. Bintang muda Jeremy Doku mengalami cedera usai tampil gemilang.
Haaland Kembali Gacor
Erling Haaland sukses mencetak gol lewat permainan terbuka untuk pertama kalinya. Momen ini terjadi setelah ia mandul dalam 10 penampilan terakhir.
Gol pembuka tersebut tercipta berkat assist matang dari Jeremy Doku. Haaland dengan tenang melakukan chip melewati kiper Ugurcan Cakir.
City tidak butuh waktu lama untuk menggandakan keunggulan mereka. Rayan Cherki mencatatkan namanya di papan skor sebelum babak pertama usai.
Pemain anyar itu melakukan finishing manis setelah menerima umpan tarik Doku. Chemistry lini depan City terlihat sangat cair di babak pertama.
Masterclass Doku Berujung Cedera
Jeremy Doku layak dinobatkan sebagai bintang lapangan pada laga panas ini. Pemain Belgia itu menjadi otak di balik dua gol kemenangan City.
Ia berulang kali melakukan dribble yang mengacak-acak pertahanan Galatasaray. Bek lawan, Abdulkerim Bardakci, dibuat tak berdaya mengejar kecepatannya.
Sayangnya, aksi impresif Doku harus berakhir lebih cepat karena cedera. Ia terlihat pincang saat meninggalkan lapangan usai terkena benturan.
Cedera ini tentu menjadi pukulan telak bagi Guardiola. Pasalnya, Doku baru saja pulih dari serangkaian tekel keras di laga sebelumnya.
Bantuan dari Lisbon
Teror Galatasaray Diredam
Galatasaray sejatinya datang dengan dukungan suporter yang sangat militan. Ribuan fans Turki sempat membuat bising pusat kota Manchester seharian.
Namun, suara lantang mereka langsung senyap begitu peluit akhir dibunyikan. Tim tamu gagal memberikan perlawanan berarti sepanjang pertandingan.
Victor Osimhen sempat menjadi ancaman nyata bagi pertahanan City. Sundulan dan tembakan kerasnya memaksa Gianluigi Donnarumma melakukan penyelamatan krusial.
Meski kalah, Galatasaray masih mendapat sedikit hiburan malam itu. Mereka tetap bertahan di posisi 24 besar kompetisi.
Tempo Menurun di Akhir
Intensitas pertandingan sempat menurun drastis pada babak kedua. Hal ini dipicu oleh insiden benturan kepala yang cukup mengerikan.
Tijjani Reijnders dan Davinson Sanchez harus mendapat perawatan medis serius. Keduanya kemudian melanjutkan laga dengan kepala diperban.
City memilih bermain aman untuk mempertahankan keunggulan dua gol. Strategi ini berhasil meredam upaya comeback dari kubu tim tamu.
Hingga laga usai, skor 2-0 tetap bertahan untuk kemenangan tuan rumah. Manchester City pun resmi melangkah ke fase gugur.